GASANTANA - Galunggung Sakti Nusantara Kencana
Artikel JEJAK SEJARAH NUSANTARA

LITERASI SEJARAH HUBUNGAN KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN DENGAN KESULTANAN MATARAM

03 Juli 2026
Hadi Permana Sofyan
5 dilihat
LITERASI SEJARAH HUBUNGAN KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN DENGAN KESULTANAN MATARAM

Jumat // 3 juli 2026 


LITERASI SEJARAH HUBUNGAN KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN DENGAN KESULTANAN MATARAM


Hubungan Tatar Sunda (bekas wilayah Kerajaan Pajajaran) dengan Kesultanan Mataram bukanlah hubungan langsung antarkerajaan yang sejajar, melainkan hubungan pasca-keruntuhan Pajajaran yang berujung pada aneksasi dan dominasi politik-budaya Mataram di wilayah Priangan.Secara kronologis, Kerajaan Pajajaran (Sunda) sudah runtuh pada tahun 1579 akibat serangan Kesultanan Banten. 


Beberapa dekade setelah Pajajaran runtuh, terjadi kekosongan kekuasaan di kawasan pedalaman Sunda (Priangan). 


Momentum inilah yang dimanfaatkan oleh Kesultanan Mataram Islam di bawah Sultan Agung untuk memperluas ekspansinya ke barat pada abad ke-17.


Berikut adalah dinamika sejarah, politik, dan budaya dalam literasi hubungan Tatar Sunda dengan Kesultanan Mataram.


1. Runtuhnya Pajajaran dan Penyerahan Hegemoni ke Sumedang LarangKetika Pakuan Pajajaran dihancurkan oleh Kesultanan Banten pada tahun 1579, raja terakhir Pajajaran mengirimkan mahkota emas kerajaan (Kandaga Lante) kepada Prabu Geusan Ulun, penguasa Kerajaan Sumedang Larang. 

Peristiwa ini menandakan bahwa Sumedang Larang mengklaim sebagai penerus sah takhta dan wilayah kekuasaan Pajajaran di Tatar Sunda. Namun, posisi Sumedang Larang terjepit di antara dua kekuatan Islam yang sedang tumbuh: Kesultanan Banten di barat dan Kesultanan Mataram di timur.


2. Integrasi Priangan ke dalam Kekuasaan Kesultanan MataramPada tahun 1620, penguasa Sumedang Larang, Raden Suriadiwangsa (anak tiri Prabu Geusan Ulun), memilih untuk bersumpah setia dan menyerahkan wilayahnya kepada Sultan Agung dari Kesultanan Mataram. Keputusan ini diambil demi mendapatkan perlindungan Mataram dari ancaman Kesultanan Banten dan pasukan kolonial VOC di Batavia.Sejak saat itu, status Kerajaan Sumedang Larang diturunkan menjadi wilayah kadipaten/kabupaten di bawah Mataram.

Jatuhnya Sumedang Larang otomatis menandai dimulainya kekuasaan absolut Kesultanan Mataram atas hampir seluruh wilayah bekas Pajajaran (Tatar Sunda), kecuali wilayah Banten dan Batavia.


3. Dampak Politik dan Administrasi (Sistem Piyagem)Untuk mengontrol wilayah Tatar Sunda yang luas, Sultan Agung memecah-mecah wilayah Priangan menjadi beberapa kabupaten kecil. Melalui maklumat resmi Mataram (Piyagem Sukapura tahun 1641), Mataram merestorasi pembagian wilayah dan menunjuk para bupati lokal untuk memimpin Kabupaten Sukapura (Tasikmalaya), Bandung, dan Parakanmuncang. 

Sistem pemerintahan sentralistik Jawa diadopsi penuh oleh para menak (bangsawan) Sunda guna melaporkan upeti dan berkoordinasi dengan pusat pemerintahan Mataram.


4. Proses Jawanisasi dan Pengaruh Budaya di Tatar SundaDominasi Mataram selama hampir satu abad membawa perubahan kultural yang sangat masif di Tatar Sunda, yang sering disebut sebagai proses Jawanisasi:


Bahasa Sunda Ragam Huruf (Undak-Unduk Basa): Sebelum dikuasai Mataram, bahasa Sunda kuno tidak mengenal tingkatan sosial. 


Pengaruh feodalisme Mataram memaksa terciptanya tingkatan bahasa (basa lemes untuk kaum bangsawan/menak dan basa loma untuk rakyat jelata) mirip dengan konsep unggah-ungguh dalam bahasa Jawa.


Arsitektur dan Tata Kota: Konsep alun-alun yang dikelilingi oleh pendopo kabupaten, masjid, dan penjara—yang merupakan ciri khas tata ruang keraton Jawa—mulai diterapkan di kota-kota kabupaten Tatar Sunda.


Kesenian: Kesenian Sunda seperti tembang cianjuran, wayang golek (adaptasi dari wayang kulit Jawa), dan beberapa jenis tari tradisional mendapatkan pengaruh estetika dari keraton Mataram.


Sumber Narasumber / Daftar PustakaBerikut adalah daftar pustaka dan referensi otoritatif yang memuat literasi sejarah hubungan Tatar Sunda dengan Kesultanan Mataram:


1. Breman, Jan. (2014). Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Ke Formasi Modal. 


2. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. (Membahas kekosongan kekuasaan pasca-Pajajaran dan ekspansi ekonomi-politik Mataram di Priangan).Ekadjati, Edi S. (1984). 


3. Sejarah Jawa Barat: Sebuah Tanggapan. Bandung: Kilatmadju. (Mengulas detail runtuhnya Pajajaran, transisi ke Sumedang Larang, hingga aneksasi wilayah oleh Kesultanan Mataram).


4. Lubis, Nina Herlina. (1998). Kehidupan Kaum Menak Priangan 1800-1942. 


5. Bandung: Pusat Informasi Kebudayaan Sunda. (Menjelaskan secara mendalam proses Jawanisasi budaya Sunda dan pembentukan struktur pelapisan bahasa akibat pengaruh Mataram).


6. Moriyama, Mikihiro. (2005). Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad ke-19. 


7. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. (Menganalisis dampak hegemoni Mataram terhadap perkembangan sastra, birokrasi, dan bahasa di Tatar Sunda).Suryaningrat, Bayu. (1982). 


8. Sajarah Sukapura: Sebuah Telaah Filologis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (Fokus pada kajian naskah kuno Piyagem Sukapura 1641 sebagai bukti otentik geopolitik Sultan Agung di tanah Sunda).


//Gasantana

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

HARI INI MINGGU 21 JUNI 2026
21 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

HARI INI MINGGU 21 JUNI 2026

Minggu 21 Juni 2026 // Tim Exspedisi GasantanaHARI MINGGU 21 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSA...

Baca Selengkapnya
KAMPUNG ADAT NAGA TASIKMALAYA
20 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

KAMPUNG ADAT NAGA TASIKMALAYA

Tasikmalaya Sabtu 20 Juni 2026 // Gasantana.comKampung Adat Naga yang terletak di Desa Neglasari, Ke...

Baca Selengkapnya
HARI INI JUMAT 19 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
19 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

HARI INI JUMAT 19 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Gasantana.com // Hari ini Jumat 19 Juni 2026 // Jejak Sejarah dan budaya Nusantara Hari ini, Ju...

Baca Selengkapnya

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan artikel terbaru dan informasi tentang kegiatan konservasi langsung di inbox Anda.

LITERASI SEJARAH HUBUNGAN KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN DENGAN KESULTANAN MATARAM - GASANTANA
Tentang Kami Galeri Kontak
Bahasa
Mode Gelap