SITUS MEGALITIK GUNUNG PAYUNG RUKSAK, GASANTANA DESAK TINDAKAN PENYELAMATAN SEGERA
Situs Megalitik Gunung Payung Rusak, GASANTANA Desak Tindakan Penyelamatan Segera
TASIKMALAYA — Kerusakan serius melanda salah satu aset sejarah penting di tatar Sunda. Tinggalan megalitik berupa Batu Silindris Lingga Bermotif di Situs Gunung Payung, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan akibat terkelupas dan dipenuhi goresan dalam.
Lembaga Galunggung Sakti Nusantara Kencana (GASANTANA) menilai kondisi ini sebagai ancaman nyata terhadap eksistensi peradaban leluhur.
GASANTANA mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Majelis Adat Sunda Jawa Barat (Masda Jabar) untuk segera turun tangan melakukan langkah konservasi konkret sebelum nilai historis situs tersebut hilang sepenuhnya.Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Sirnajaya yang dirilis pada Kamis, 3 September 2026, kerusakan artefak kuno ini mencakup beberapa titik krusial. Selain permukaan batu yang terkelupas dan rusaknya bagian lengkungan atas, ditemukan pula goresan-goresan besar serta dalam di sekeliling tubuh batu.
Lebih mengkhawatirkan, posisi artefak teridentifikasi telah bergeser dari tatanan aslinya, Kerusakan ini diduga kuat terjadi akibat kombinasi faktor alam dan minimnya pengawasan terhadap aktivitas manusia di sekitar situs.Menanggapi situasi darurat ini, GASANTANA melalui penelaahan tim lapangan menegaskan bahwa pembiaran terhadap situs purbakala adalah bentuk pengkhianatan terhadap jatidiri bangsa.
Sebagai lembaga yang berkomitmen menjaga marwah dan kelestarian warisan Nusantara, GASANTANA menuntut integritas dan respons cepat dari para pemangku kebijakan.
Pemerintah Desa Sirnajaya bersama Pengelola Desa Wisata sebenarnya telah melayangkan permohonan resmi kepada Pemkab Tasikmalaya dan Masda Jabar. Mereka meminta adanya verifikasi langsung, kajian teknis mengenai tingkat kerusakan, serta formulasi rekomendasi tindakan pemulihan yang tepat sesuai regulasi undang-undang cagar budaya.
Pihak desa, yang dipimpin oleh Kepala Desa H. Asep Supendi dan dikoordinasikan oleh Pengelola Desa Wisata Diki Sendi, menyatakan siap bersinergi total. Mereka berkomitmen menggerakkan masyarakat setempat untuk menjaga keamanan situs, namun kendali teknis dan hukum tetap berada di tangan otoritas yang lebih tinggi.Batu Silindris Lingga Bermotif di Situs Gunung Payung bukan sekadar batu mati, melainkan rekam jejak kecerdasan spiritual dan kultural masyarakat Galunggung masa lampau.
GASANTANA akan terus mengawal kasus ini hingga tim ahli diturunkan dan proteksi hukum yang tegas diterapkan di kawasan tersebut. Selamatkan Situs Gunung Payung sekarang, atau kita kehilangan satu lagi simpul sejarah emas Nusantara.
Penulis: Hadi Permana
Media Intern: GASANTANA
(Galunggung Sakti Nusantara Kencana)
Artikel Terkait
MAJELIS MADUKARA Memberikan Penghargaan SRIRAKSA Kalpa Budaya Kepada Tokoh Sunda Banten , Abah H Anton Charliyan Di Keraton Amartha Bumi .
GASANTANA.COM // Tradisi Adat & Budaya Nusantara - Pelestari Budaya Nusantara di Tatar Sunda dar...
Baca SelengkapnyaBerlangganan Newsletter Kami
Dapatkan artikel terbaru dan informasi tentang kegiatan konservasi langsung di inbox Anda.