Bongkar Jaringan Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Cineam, Karangjaya - Tasikmalaya
GASANTANA.Com |Tasikmalaya, 21 November - Sorotan terhadap praktik tambang emas ilegal di Kabupaten Tasikmalaya kembali mengemuka. Ketua Yayasan Galunggung Sakti Nusantara Kencana (Gasantana), Hadi Permana, menilai bahwa proses penegakan hukum selama ini tidak menyentuh akar persoalan. Ia menegaskan, aparat tidak boleh hanya menindak para pekerja tambang skala kecil, sementara jaringan yang mengendalikan operasi tersebut justru tidak tersentuh.
Menurut Hadi, masyarakat kecil kerap diposisikan sebagai pihak yang paling mudah dijerat hukum dalam razia tambang ilegal di wilayah Kecamatan Cineam dan Karangjaya.
“Selalu saja penambang kecil yang ditahan. Padahal di balik aktivitas itu ada pemodal, pengepul, dan pihak-pihak yang meraup keuntungan besar, tetapi tidak pernah tersentuh,” ungkapnya
Ketua Gasantana menjelaskan bahwa pola kerja jaringan tambang emas ilegal di dua kecamatan tersebut tidak sederhana. Kelompok ini, menurut ketua gasantana, memiliki struktur kerja yang rapih, terorganisir, dan melibatkan aktor-aktor tertentu yang seharusnya bisa diungkap jika penyelidikan dilakukan lebih dalam.
“Penegakan hukum tidak boleh bersifat selektif. Yang terjadi sekarang justru masyarakat bawah jadi korban, sementara otak yang mengatur semuanya tetap aman,” tegas ketua gasantana Hadi Permana.
Dugaan adanya jaringan besar semakin kuat setelah terungkap fakta dalam persidangan dua penambang yang saat ini tengah diproses hukum. Dalam kesaksian, disebutkan adanya kewajiban setoran berupa dua ember batu cadas kepada sebuah koperasi tertentu.
“Praktik seperti itu adalah bukti bahwa ada sistem yang mengatur alurnya. Tidak mungkin dilakukan tanpa adanya pihak yang mengkoordinasikan,” ujar ketua gasantana Hadi Permana.
Ia juga menyampaikan dugaan adanya intervensi terhadap saksi agar tidak menyebut pihak-pihak yang diduga berperan lebih besar,
"Ketika hakim menyoroti adanya indikasi tekanan terhadap saksi, saya yakin itu memang terjadi. Itu cara agar aktor utama tetap tidak terbongkar,” katanya.
Ketua Gasantana mendesak aparat penegak hukum bertindak lebih serius dan menyeluruh untuk memutus seluruh mata rantai tambang emas ilegal di Cineam dan Karangjaya. Hadi menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan resmi terkait jaringan tersebut kepada Polda Jawa Barat.
“Soal siapa saja yang sudah kami laporkan, akan kami buka setelah ada penetapan tersangka. Yang penting, kami ingin memastikan bahwa masyarakat kecil tidak terus-menerus menjadi pihak yang dikorbankan,” tandasnya.
Ia menegaskan, Gasantana akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pihak yang terlibat baik yang berperan sebagai pemodal, pengendali lapangan, maupun pihak yang memberikan perlindungan dapat diproses secara hukum. Hadi berharap penyidikan berjalan transparan dan tidak berhenti pada pelaku yang hanya bertugas sebagai pekerja di lapangan.
“Kami percaya, ketika penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh, kerusakan lingkungan dan ketidakadilan yang terjadi selama ini dapat dihentikan,” ujar Ketua Gasantana Hadi Permana.
Artikel Terkait
Menuntut Keadilan | Gasantana Soroti Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Tambang Ilegal di Tasikmalaya
GASANTANA,Com | Tasikmalaya, 25 Mei 2025 - Ketua Umum Galunggung Sakti Nusantara Kencana (Gasantana)...
Baca SelengkapnyaBerlangganan Newsletter Kami
Dapatkan artikel terbaru dan informasi tentang kegiatan konservasi langsung di inbox Anda.