GASANTANA - Galunggung Sakti Nusantara Kencana
Artikel JEJAK SEJARAH NUSANTARA

HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

18 Juni 2026
Hadi Permana Sofyan
4 dilihat
HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Tasikmalaya Kamis 18 Juni 2026

Oleh Gasantana


HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJEK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA


Berikut adalah artikel detail lengkap yang menyertai sketsa visual peristiwa bersejarah Geger Sepehi 1812 di Yogyakarta untuk melengkapi dokumentasi sejarah Anda:


Mengenang Geger Sepehi 1812: 

Serbuan Inggris dan Penjarahan Peradaban JawaGeger Sepehi (atau Geger Spei) adalah salah satu tragedi militer dan kebudayaan paling kelam dalam sejarah Nusantara . 


Peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta oleh pasukan Inggris ini memuncak pada tanggal 18–20 Juni 1812. Nama "Sepehi" sendiri diambil dari kata Sepoy, yaitu tentara sewaan asal India yang dibawa oleh Inggris untuk menggempur pertahanan Javanese kraton.


Latar Belakang KonflikKetegangan bermula ketika Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles menerapkan kebijakan kolonial yang sangat membatasi kekuasaan politik penguasa lokal. Sultan Hamengkubuwana II (Sultan Sepuh) menolak keras tunduk pada intervensi Inggris. 


Beliau memperkuat benteng keraton dan menggalang kekuatan militer secara rahasia. Sikap menantang ini dinilai Raffles sebagai ancaman besar terhadap legitimasi kekuasaan Inggris di Jawa.


Kronologi Penyerbuan (18–20 Juni 1812)

Pengepungan Benteng (18 Juni): 

Pasukan Inggris di bawah komando Kolonel Robert Rollo Gillespie, bersama legiun Mangkunegaran dan tentara Sepoy, mulai mengepung ketat perimeter luar benteng Baluwerti Keraton Yogyakarta .


Serangan Meriam: 

Artileri Inggris ditempatkan di Benteng Vredeburg untuk membombardir dinding keraton.


Penembusan Gerbang (20 Juni): 

Pasukan Inggris berhasil meledakkan gudang mesiu di sudut benteng dan menerobos masuk melalui Plengkung Tarunasura (Wijilan). 


Sultan Hamengkubuwana II akhirnya ditangkap dan kemudian diasingkan ke Penang, Malaysia.


Dampak Budaya yang Masih Terasa Berabad-abadTragedi ini bukan sekadar kekalahan militer, melainkan sebuah bencana kebudayaan (cultural disaster) bagi bangsa Indonesia karena:


Penjarahan Naskah Kuno: 

Ribuan naskah berharga, babad, dan dokumen sastra dari perpustakaan keraton (Sri Wandawa) diangkut menggunakan gerobak-gerobak oleh Inggris. 


Karya-karya intelektual Nusantara tersebut kini tersimpan di museum-museum Inggris seperti British Library.


Penyitaan Harta Kekayaan: 

Logam mulia, perhiasan, dan pusaka keraton dijarah sebagai rampasan perang (prize money) untuk para prajurit dan perwira Inggris.


Pecahnya Kekuasaan: 

Inggris memaksa pembagian wilayah baru dengan mendirikan Kadipaten Pakualaman, yang semakin memperlemah kedaulatan politik politik Kasultanan Yogyakarta.


Doc Gasantana


Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
18 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Tasikmalaya, kamis 18 Juni 2026 / Gasantana.JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA DI WILAYAH KABUPATEN ...

Baca Selengkapnya
KAWAH PURBA GUNUNG GALUNGGUNG JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
18 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

KAWAH PURBA GUNUNG GALUNGGUNG JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Tasikmalaya // 18/06/2026 18:15 // JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA KAWAH PURBA GALUNGGUNGJejak sejarah Kawa...

Baca Selengkapnya
HARI INI 17 JUNI 2026 HARI JADI KOTA PALEMBANG 683 M DAN HARI RAYA GALUNGAN UMAT HINDU JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
17 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

HARI INI 17 JUNI 2026 HARI JADI KOTA PALEMBANG 683 M DAN HARI RAYA GALUNGAN UMAT HINDU JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Gasantana.com / Tasikmalaya Rabu 17/06/2026 17:30 WIBPeristiwa sejarah dan kebudayaan Nusantara yang...

Baca Selengkapnya

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan artikel terbaru dan informasi tentang kegiatan konservasi langsung di inbox Anda.

HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA - GASANTANA
Tentang Kami Galeri Kontak
Bahasa
Mode Gelap