GASANTANA - Galunggung Sakti Nusantara Kencana
Artikel JEJAK SEJARAH NUSANTARA

KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

18 Juni 2026
Hadi Permana Sofyan
7 dilihat
KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Tasikmalaya, kamis 18 Juni 2026 / Gasantana.


JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA DI WILAYAH KABUPATEN TASIKMALAYA


Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu episentrum peradaban kuno di Nusantara yang menyimpan jejak sejarah spiritual, politik, kolonial, hingga religi yang sangat kuat di Priangan Timur.Dari masa kabuyutan purba Hindu-Sunda, kejayaan kerajaan lokal, hingga pusat penyebaran Islam dan tarekat sufisme, wilayah ini mewariskan nilai budaya yang membentuk identitas Nusantara.


Berikut adalah garis waktu dan rekonstruksi jejak sejarah serta budaya Nusantara yang terpatri di Kabupaten Tasikmalaya:


1. Era Spiritual Purba: 

Kabuyutan Galunggung (Abad ke-7–12 M)Sebelum menjadi wilayah administratif modern, lereng Gunung Galunggung merupakan tanah suci (Kabuyutan) utama bagi masyarakat Sunda kuno.


Pusat Karesian: Berdasarkan naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, Galunggung menjadi pusat pendidikan spiritual dan intelektual. 


Para pendeta (resi) mengajar filsafat hidup, hukum adat, dan tata negara di sini.


Prasasti Geger Hanjuang (1111 M): 

Ditemukan di Leuwisari, prasasti ini menandai transformasi Galunggung dari wilayah keagamaan menjadi sebuah pusat pemerintahan formal (Rajyamandala) di bawah kepemimpinan penguasa wanita bernama Batari Hyang.


Amanat Galunggung: 

Manuskrip kuno ini memuat pesan sakral pertahanan Nusantara purba: "Cegahlah kabuyutan jangan sampai dikuasai orang asing. Siapa pun yang dapat menjaga tanah suci ini akan unggul dalam perang dan berjaya".


2. Era Kerajaan Lokal: 

Kerajaan Sukapura (Abad ke-14–17 M)Seiring pudarnya era kerajaan Hindu-Buddha Pajajaran, lahirlah cikal bakal nama asli Tasikmalaya, yaitu Kabupaten Sukapura.Kerajaan Sukakerta: 


Berawal dari kerajaan bawahan di bawah pimpinan Sri Gading Anteg yang hidup sezaman dengan Prabu Siliwangi. 


Pusatnya berada di Dayeuh Tengah, Salopa.


Berdirinya Sukapura (1632 M): 

Akibat kesetiaan Raden Wirawangsa membantu Kesultanan Mataram menumpas pemberontakan Dipati Ukur, Sultan Agung Mataram mengangkatnya menjadi Bupati Sukapura pertama dengan gelar Tumenggung Wiradadaha I. 


Tanggal momentum ini kini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya.


3. Era Penyebaran Islam: 

Pamijahan dan Jaringan Ulama (Abad ke-17 M)Tasikmalaya dikenal luas sebagai "Kota Santri", sebuah identitas keagamaan kuat yang berakar dari jaringan ulama Nusantara masa lalu.


Syekh Abdul Muhyi: 

Tokoh utama penyebar Islam di Priangan Timur sekaligus ulama perintis Tarekat Syattariyah di Jawa Barat. Beliau menjadikan wilayah Pamijahan (Bantarkalong) sebagai basis dakwah tersembunyi.


Situs Goa Pamijahan: 

Goa alam safarwadi di Pamijahan menjadi saksi bisu tempat Syekh Abdul Muhyi mendidik para santrinya. 


Kini, kawasan ini menjelma menjadi salah satu pusat ziarah keagamaan terbesar di Nusantara.


4. Tradisi dan Warisan Budaya yang Masih LestariMasyarakat Kabupaten Tasikmalaya berhasil merawat harmoni antara adat Sunda lama dengan nilai-nilai Islami melalui ragam warisan budaya berikut:


Kampung Adat Naga: 

Terletak di Kecamatan Salawu, pemukiman tradisional ini menolak modernisasi dan listrik guna menjaga amanat leluhur (Suku Sunda) dalam menjaga ekosistem alam. Arsitektur rumah panggung kayu mereka murni mencerminkan konsep tata ruang Nusantara purba.


Upacara Hajat Sasih: 

Ritual adat di Kampung Naga yang digelar pada bulan-bulan suci Islam untuk membersihkan diri dan berziarah ke makam leluhur.


Kerajinan Tangan Khas: 

Warisan keterampilan ekonomi kreatif seperti Anyaman Bambu Rajapolah, Payung Geulis, dan Kelom Geulis yang telah diakui sebagai salah satu ikon kriya nasional Nusantara.


Tasikmalaya, kamis 18 Juni 2026 / Gasantana.



Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
18 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Tasikmalaya Kamis 18 Juni 2026Oleh GasantanaHARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJEK SEJARAH DAN BUDAYA NUS...

Baca Selengkapnya
KAWAH PURBA GUNUNG GALUNGGUNG JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
18 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

KAWAH PURBA GUNUNG GALUNGGUNG JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Tasikmalaya // 18/06/2026 18:15 // JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA KAWAH PURBA GALUNGGUNGJejak sejarah Kawa...

Baca Selengkapnya
HARI INI 17 JUNI 2026 HARI JADI KOTA PALEMBANG 683 M DAN HARI RAYA GALUNGAN UMAT HINDU JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
17 Juni 2026
JEJAK SEJARAH NUSANTARA

HARI INI 17 JUNI 2026 HARI JADI KOTA PALEMBANG 683 M DAN HARI RAYA GALUNGAN UMAT HINDU JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA

Gasantana.com / Tasikmalaya Rabu 17/06/2026 17:30 WIBPeristiwa sejarah dan kebudayaan Nusantara yang...

Baca Selengkapnya

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan artikel terbaru dan informasi tentang kegiatan konservasi langsung di inbox Anda.

KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA - GASANTANA
Tentang Kami Galeri Kontak
Bahasa
Mode Gelap