KAWAH PURBA GUNUNG GALUNGGUNG JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
Tasikmalaya // 18/06/2026 18:15 // JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA KAWAH PURBA GALUNGGUNG
Jejak sejarah Kawah Purba Galunggung terbentuk dari letusan raksasa sekitar 4.000 tahun lalu yang meruntuhkan dinding gunung dan melahirkan fenomena alam unik bernama "Bukit Sepuluh Ribu" (Ten Thousand Hills) di Tasikmalaya.Proses geologis panjang ini mengubah anatomi gunung api aktif tersebut dari kerucut sempurna menjadi kaldera tapal kuda yang luas.
Selain menyimpan nilai geologi yang luar biasa, kawasan kawah purba ini juga memegang peranan penting dalam sejarah peradaban dan spiritual masyarakat Sunda kuno.Berikut adalah rincian jejak sejarah dan transformasi Kawah Purba Galunggung dari masa ke masa:
1. Fase Pembentukan dan Letusan PurbaPertumbuhan Awal (100.000–25.000 Tahun Lalu):
Tubuh awal Gunung Galunggung Purba mulai terbentuk dan bertambah tinggi melalui serangkaian aktivitas vulkanis purba jangka panjang.Erupsi Katastropik (4.000 Tahun Lalu): Gunung ini mengalami letusan eksplosif berskala masif yang memicu longsoran raksasa (debris avalanche).Runtuhnya Dinding Gunung:
Setengah dari tubuh kerucut bagian timur gunung ini runtuh total, menyisakan kawah purba berbentuk tapal kuda raksasa yang membuka ke arah tenggara.
2. Terbentuknya Geomorfologi UnikFenomena Bukit Sepuluh Ribu: Material longsoran purba berupa batuan dan tanah purba yang runtuh menyebar di dataran rendah Tasikmalaya hingga sejauh ribuan kilometer persegi. Mandeknya material ini membentuk ribuan perbukitan kecil (hummocky terain) yang kini kita kenal sebagai kawasan Bukit Sepuluh Ribu.
Kembaran Gunung St. Helens:
Struktur longsoran tapal kuda Galunggung Purba ini menjadi rujukan geologi dunia karena mekanismenya sangat mirip dengan letusan terkenal Gunung St. Helens di Amerika Serikat pada tahun 1980.
3. Jejak Spiritual dan Peradaban Sunda KunoPusat Karesian (Kabuyutan): Dalam naskah kuno dan Prasasti Geger Hanjuang, kawasan Galunggung ditetapkan sebagai tempat yang sangat sakral (Kabuyutan).
Wilayah sekitar kawah purba ini berfungsi sebagai "kawah candradimuka" tempat para resi, ilmuwan, dan filsuf Sunda kuno menempa ilmu spiritual.
Perlindungan Prabu Siliwangi:
Kesucian wilayah lereng Galunggung dilindungi secara ketat oleh hukum adat peradaban Kerajaan Sunda karena statusnya sebagai tanah leluhur yang suci.
4. Aktivitas Vulkanis Zaman ModernSetelah pembentukan kawah purba, Gunung Galunggung terus aktif dan mencatatkan beberapa letusan besar dalam sejarah modern:
Letusan 1822:
Menewaskan sekitar 4.000 jiwa dan menghancurkan 114 desa akibat awan panas dan lahar.
Letusan 1918:
Memunculkan kubah lava baru setinggi 85 meter di dalam dasar kaldera kawah purba yang dikenal sebagai Gunung Jadi.
Letusan 1982–1983:
Berlangsung selama 9 bulan, menyemburkan abu vulkanis pekat yang sempat mematikan mesin pesawat British Airways, dan menyisakan kawah hijau toska indah seperti yang kita lihat hari ini.
Tasikmalaya // 18/06/2026 18:15 // JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA KAWAH PURBA GALUNGGUNG
Artikel Terkait
HARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
Tasikmalaya Kamis 18 Juni 2026Oleh GasantanaHARI INI KAMIS 18 JUNI 2026 JEJEK SEJARAH DAN BUDAYA NUS...
Baca Selengkapnya
KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
Tasikmalaya, kamis 18 Juni 2026 / Gasantana.JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA DI WILAYAH KABUPATEN ...
Baca Selengkapnya
HARI INI 17 JUNI 2026 HARI JADI KOTA PALEMBANG 683 M DAN HARI RAYA GALUNGAN UMAT HINDU JEJAK SEJARAH DAN BUDAYA NUSANTARA
Gasantana.com / Tasikmalaya Rabu 17/06/2026 17:30 WIBPeristiwa sejarah dan kebudayaan Nusantara yang...
Baca SelengkapnyaBerlangganan Newsletter Kami
Dapatkan artikel terbaru dan informasi tentang kegiatan konservasi langsung di inbox Anda.